1% Saja Bisa Fatal

Banyak yang tidak menyadari arti dari 1%. anda makan 3 kali sehari, atau sama dengan lebih kurang 1,095 kali setahun. Bila 1% darinya keracunan, maka dalam setahun anda akan sakit lebih kurang 11 kali. Bila setiap keracunan membutuhkan 3 hari untuk sembuh, maka dibutuhkan 33 hari untuk sembuh. Dalam bahasa provokatif, anda membuang waktu tanpa guna selama 33 hari.

Dalam obrolan tentang kualitas, seringkali pertanyaan ini disebutkan. “Berapa persen kesalahan yang dapat ditoleransi?” Tentu jawabannya beragam ada yang mengatakan 5%, ada yang 3% dan lain sebagainya.

Bila Perusahaan garment membutuhkan 500 ribu meter per bulan, kesalahan produksi 1%. Misal salah potong sehingga kain kain tidak bisa digunakan, itu sama dengan 5,000 meter. Dengan asumsi satu set blazer wanita membutuhkan lebih kurang 4 meter kain, perusahaan tersebut baru saja kehilangan peluang bisnis sebanyak 1,250 konsumen. Mereka bukan saja kehilangan peluang untuk memperoleh laba, tetapi lebih dari itu, juga mengalami kerugian sebesar harga kain yang tidak terpakai tersebut.

Intinya, dalam kualitas, tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi adalah 0%. Kesalahan “bahkan” hanya 1% saja adalah besar. Coba uji pertanyaan tersebut dengan beberapa pertanyaan berikut :
- “Apakah anda bisa mentoleransi 1 butir telur busuk dari setiap 100 butir telur yang anda beli untuk dikonsumsi anak anda?”
- “Apakah anda bisa mentoleransi PLN padam 0.24 jam setiap hari ( 1% dari 24 jam )?”
- “Apakah anda bisa mentolelir supir anda tabrakan, dari setiap 100 kali dia mengendarai mobil?”

Bila tidak, tentu kita juga tidak bisa.- dari tidak boleh – membiarkan pelanggan kita mengalami hal yang sama.

Hanya saja, banyak orang atau perusahaan yang tidak mempunyai mental kualitas. The infeasibility mentality, mental ketidakmampuan. Mental ini sering muncul dalam bentuk komentar. Misalnya, “mana mungkin tidak ada kesalahan?” ini kan mesin?”, “ah… itu hanya teori saja”, dan lain sebagainya. You can if you think you can, you can’t if you think you can’t.

Bila anda menemukan seorang teman atau bila anda sebagai atasan menemukan manager yang lebih banyak “tidak bisa”-nya. Sebaiknya ya… sekedar teman kenal saja, kalau dia manager diperusahaan anda, pecat dia. Karena orang-orang seperti itu tidak akan membawa kemajuan pada diri anda sendiri maupun perusahaan anda.

Memiliki zero defect mentality hanyalah awal. Yang penting adalah memastikan bahwa kualitas yang ada pada diri anda secara pribadi ataupun perusahaan tidak mengalami mundur lagi. The zero ground. Yang penting, setiap mencapai kemajuan, geser the zero ground tersebut ke titik baru. Dengan demikian, dari waktu ke waktu, kualitas akan terus membaik. No turning point, tidak ada titik balik untuk kembali kekualitas lebih rendah.

Satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Dalam memindahkan the zero ground, anda sebagai pribadi atau perusahaan harus bergerak lebih cepat dari orang lain atau pesaing.

Sekarang bagaimana diri anda mengartikan tentang pentingnya 1% itu?

Sumber : Jopie Jusuf

No comments:

Post a Comment